Asuhan Neonatus

MAKALAH ASUHAN NEONATUS

 NEONATUS & BAYI DENGAN MASALAH

 
   

“DIAPER RUSH”

 

DISUSUN OLEH :

Aryani Andi Lambere

PO.71.24.7.11.05

Semester IV

 

KATA PENGANTAR

 
Segala puji bagi ALLAH SWT, Tuhan seluruh alam atas rahmat dan hidayahNya, kami dapat menyelesaikan tugas “ASKEB III” yang berjudul “Neonatus dan bayi Dengan Masalah Diaper Rush

Ucapan terimakasih kami sampaikan pada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Kami berharap makalah ini berguna bagi para pembaca pada umumnya dan penulis sendiri khususnya, sehingga bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih baik lagi.

Kami menyadari penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu kami selaku penulis mengharapkan kritik dan saran guna kesempurnaan makalah kami.

 

 

 

Biak 18 juni 201

 

penulis

 

PEMBAHASAN

 

  1. 1.     Pengertian / Definisi

Diaper Rush atau ruam popok adalah bintik-bintik warna merah dan bercak-bercak kasar ditengah daerah berwarna lebih merah dari kulit sekitarnya. Apabila terjadi infeksi maka terdapat juga gelembung kecil bernanah.
Lokasi : daerah yang berhubungan dengan popok ( lipatan paha, pantat, paha bagian dalam ).

  1. 2.     Penyebab

Beberapa faktor penyebab terjadinya ruam popok ( diaper rash, diaper   dermatitis, napkin dermatitis ), antara lain:

  • Iritasi atau gesekan antara popok dengan kulit.
  • Faktor kelembaban.
  • Kurangnya menjaga hygiene. Popok jarang diganti atau terlalu lama tidak segera diganti setelah pipis atau BAB (feces).
  • Infeksi mikro-organisme (terutama infeksi jamur dan bakteri)
  • Alergi bahan popok.
  • Gangguan pada kelenjar keringat di area yang tertutup popok.
  1. 3.     Berbagai bentuk gangguan kulit pada ruam popok

Beberapa gangguan kulit yang berhubungan dengan ruam popok, diantaranya:

  • Intertrigo, yakni iritasi atau lecet pada kulit dikarenakan kulit basah dan lembab serta gesekan dengan popok, sehingga permukaan kulit menjadi lebih mudah terkelupas.
  • Miliaria atau biang keringat, yakni timbulnya bintik-bintik merah pada permukaan kulit karena penyumbatan kelenjar keringat (kelenjar eccrine).

 

  • Dermatitis kontak (contact dermatitis), merupakan reaksi alergi terhadap bahan popok. Dapat juga karena reaksi alergi terhadap campuran urine dan feces yang dibiarkan terlalu lama melekat di popok. Selain itu, perubahan PH oleh urine dan feces pada kulit diduga memicu terjadinya reaksi alergi.
  • Candidal diaper dermatitis, yakni ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Sekitar 40-70% ruam popok yang berlangsung lebih 3 hari dapat memicu terjadinya kolonisasi jamur kandida.
  • Bacterial diaper dermatitis, yakni ruam popok yang disebabkan oleh infeksi kuman (bakteri), terutama Staphylococcus, Streptococcus dan Enterobacteriaceae. Jenis ruam popok karena infeksi kuman yang kerap dijumpai adalah impetigo dan sesulitis (cellulitis) serta folikulitis (folliculitis).
  • Granuloma gluteal infantum, merupakan gangguan kulit pada ruam popok yang jarang terjadi. Biasanya timbul karena terlalu lama iritasi dan infeksi mikro-organisme yang tidak diobati.

4. Penatalaksana

a. Daerah yang terkena diaper rush, tidak boleh terkena air dan harus dibiarkan terbuka dan tetap kering
b. Untuk membersihkan kulit yang iritasi dan menggunakan kapas yang mengandung minyak.
c. Segera dibersihkan dan dikeringkan bila bayi BAB dan BAK.
d. Posisi tidur anak diatur supaya tidak menekan kulit/daerah yang iritasi.
e. Memperhatikan kebersihan kulit dan membersihkan kulit secara keseluruhan
f. Memelihara kebersihan pakaian dan alat-alatnya.
g. Pakaian/celana yang basah oleh air kencing harus direndam di dalam air di campur acidum boricun.

Tinja pada kulitnya, karena itu popok modern (popok) lebih baik dipakai secara bergantian dengan popok tradisional. Dengan demikian kulit bayi dapat diistirahatkan dari bersinggungan secara ketat dengan urin atau tinja.
Kecil kemerahan, lecet, dan kulit tampak merah dan basah. Ini karena urin dan tajam, terutama pada bayi atau anak yang mempunyai riwayat alergi pada keluarga. Iritasi memudahkan terjadinya infeksi bakteri/jamur.

 

 

5. Pengobatan

Pada prinsipnya, pengobatan ruam popok bergantung kepada penyebabnya. Ruam popok yang disebabkan iritasi dan miliaria, tidak memerlukan obat khusus. Cukup dengan menjaga agar popok tetap kering dan memelihara hygiene.

Pada ruam popok yang disebabkan oleh infeksi mikro-organisme, atau iritasi dan miliaria yang luas, obat-obat yang lazim digunakan, antara lain:

  • Bedak salisil dan bedak yang mengandung antihistamin. Hanya digunakan pada iritasi (intertigo) dan miliaria atas anjuran dokter. Pastikan bedak tidak berhamburan agar tidak mengganggu pernafasan si kecil.
  • Anti jamur. Digunakan pada ruam popok karena infeksi jamur (candidal diaper dermatitis). Pilih anti jamur berbentuk bedak (merk dagang, misalnya: daktarin powder dan mycorine powder), diberikan selama 3-4 minggu.
  • Anti infeksi topikal (salep, krim). Digunakan pada ruam popok yang disebabkan oleh infeksi bakteri ringan, misalnya bacitracin salep. Adapun untuk infeksi yang lebih berat, dapat digunakan anti infeksi oral (diminum), misalnya kombinasi amoksisilin dengan asam klavulanat dan diberikan pula anti infeksi topikal.
  • Steroid. Digunakan pada ruam popok yang disebabkan reaksi alergi, dioleskan 2 kali sehari hingga sembuh atau selama 2 minggu.

Walaupun ruam popok bukanlah penyakit yang serius, jika dalam 2-3 hari tidak kunjung sembuh, maka langkah terbaik adalah konsultasi ke dokter. Penggunaan anti jamur, anti infeksi dan steroid hendaknya hanya atas rekomendasi dokter.

TIPS MENCEGAH DAN MENGATASI RUAM POPOK

  • Apapun jenis popok yang digunakan, pastikan popok tetap bersih dan kering.
  • Hindari pemakaian popok yang ketat.
  • Ganti popok segera setelah si kecil buang air kecil atau BAB.
  • Gunakan air mengalir untuk membersihkan feces (tinja) dengan bilasan lembut. Usahakan tidak menggosok area dubur dan pantat agar tidak iritasi. Biarkan area pantat mengering oleh udara terbuka.
  • Jika si kecil mengalami ruam popok, dapat menggunakan krim pelindung kulit yang mengandung petrolatum dan zinc oxide. Oleskan secara lembut dan tipis sebagai pelindung kulit si kecil.
  • Konsultasikan ke dokter bila ruam popok tidak sembuh dalam 3 hari.

 

 

KESIMPULAN

Diaper Rush atau ruam popok adalah bintik-bintik warna merah dan bercak-bercak kasar ditengah daerah berwarna lebih merah dari kulit sekitarnya. Apabila terjadi infeksi maka terdapat juga gelembung kecil bernanah.
Lokasi : daerah yang berhubungan dengan popok ( lipatan paha, pantat, paha bagian dalam ).
Beberapa faktor penyebab terjadinya ruam popok ( diaper rash, diaper dermatitis, napkin dermatitis ), antara lain:

  • Iritasi atau gesekan antara popok dengan kulit.
  • Faktor kelembaban.
  • Kurangnya menjaga hygiene. Popok jarang diganti atau terlalu lama tidak segera diganti setelah pipis atau BAB (feces).
  • Infeksi mikro-organisme (terutama infeksi jamur dan bakteri)
  • Alergi bahan popok.
  • Gangguan pada kelenjar keringat di area yang tertutup popok.

Walaupun ruam popok bukanlah penyakit yang serius, jika dalam 2-3 hari tidak kunjung sembuh, maka langkah terbaik adalah konsultasi ke dokter. Penggunaan anti jamur, anti infeksi dan steroid hendaknya hanya atas rekomendasi dokter.


 

DAFTAR PUSTAKA

http://adhe-anwaradhe.blogspot.com/2009/04/diaper-ruzh.html

http://futshachubbiez.blogspot.com/p/diaper-rush.html

http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/25/ruam-di-balik-popok/

http://bayibalita.com/2010/10/penyebab-cara-mengatasi-ruam-popok/

http://www.scribd.com/doc/27516849/Diaper-Rash

http://www.wartamedika.com/2008/02/pengobatan-diaper-rash-ruam-popok.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s